Tampilkan postingan dengan label kesihatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesihatan. Tampilkan semua postingan

AMALKAN DOA INI SELEPAS SOLAT UNTUK MEMOHON PETUNJUK



Daripada 'Abdullah (‘Abdullah bin Mas’ud) daripada Nabi SAW bahawasanya baginda SAW pernah berdoa:
 
"Ya Allah! Sesungguhnya aku memohon kepada-Mu petunjuk, ketaqwaan, al-iffah (terhindar daripada perbuatan yang tidak baik) dan kecukupan (tidak meminta-minta,)."

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى

(Hadith riwayat Muslim, No.Hadith : 2721)
Matan Hadith :
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ كَانَ يَقُولُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى
]صحيح مسلم ,كتاب الذكر والدعاء والتوبة والاستغفار ,باب التعوذ من شر ما عمل ومن شر ما لم يعمل, رقم الحديث 2721[
Pengajaran Hadith :
  1. Maksud hidayah ialah petunjuk dan bimbingan daripada Allah SWT. Tiada seorang pun yang mendapat hidayah melainkan hanya Allah sahaja yang memberikannya.
  2. Setiap orang perlu meminta hidayah kepada Allah, agar dibimbing untuk mengukuhkan keimanannya, meningkatkan amal solehnya dan tutur bicaranya serta akhlak yang baik dalam menghadapi pelbagai masalah dunia dan akhirat.
  3.  Jika seseorang yang menginginkan agar dirinya diberi hidayah untuk menjadi seorang Muslim yang baik, bertaqwa, dapat menjalani kehidupan ini dengan baik, selamat, hati yang damai dan terhindar daripada perbuatan yang buruk, maka mintalah hanya kepada Allah SWT, bukan kepada yang lain.
  4. Berdoalah dengan doa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW kepada kita seperti dalam hadith tersebut.
 
Sumber rujukan :
1. Kitab Sahih Muslim
2. Kitab Nuzhatul Muttaqin Syarh Riyaadus Salihin
 
 
TATACARA MELAKUKAN SOLAT WITIR! BUKAN HANYA DI BULAN RAMADHAN

TATACARA MELAKUKAN SOLAT WITIR! BUKAN HANYA DI BULAN RAMADHAN

Apakah kamu tahu tentang shalat witir? Itu lAH, sholat yang biasanya dikerjakan setelah kita shalat tarawih. Jumlah rakaatnya biasanya ganjil, tapi umumnya kalau nggak satu ya tiga rakaat.
Witir sendiri menurut bahasa berarti ganjil, seperti yang dapat kita ketahui dari sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
“Sesungguhnya Allah itu Witr dan menyukai yang witr (ganjil).” (HR. Bukhari no. 6410dan Muslim no. 2677)
Kalau witir tadi berarti ganjil, shalat witir memiliki makna shalat yang dikerjakan antara isya’ dan terbitnya fajar. Maksud dari fajar di sini adalah shalat subuh. Shalat witir juga merupakan penutup dari shalat malam.
Shalat witir merupakan shalat sunnah yang hukumnya sunnah muakkad, atau sunnah yang sangat dianjurkan. Jadi sebenarnya kita itu sangat dianjurkan untuk melaksanakan shalat witir ini.

1. Shalat Witir, Apakah 3 atau 1 Rakaat?

fimadani.com
Kadang ada pertanyaan tentang jumlah rakaat yang harus dikerjakan ketika kita melakukan shalat witir. Sebenarnya shalat witir ini tidaklah memiliki jumlah rakaat tertenu, tetapi kamu bisa melakukan shalat ini dengan jumlah rakaat terkecil adalah satu rakaat. Seperti sabda dari Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.
“Shalat Witir adalah hak atas setiap Muslim. Barangsiapa yang ingin berwitir dengan lima raka’at, maka lakukanlah; barangsiapa yang ingin berwitir dengan tiga raka’at, maka lakukanlah; dan barangsiapa yang ingin berwitir dengan satu raka’at, maka lakukanlah.” (HR. Abu Dawud No. 1422, an-Nasa-iIII/238-239, dan Ibnu Majah No. 1190)
Meurut hadits di atas, kita bisa melaksanakan shalat witir dengan satu ataupun tiga rakaat. Untuk witir dengan satu rakaat, ada hadits lain yang dapat menguatkan pendapat tersebut.
“Shalat Witir itu satu raka’at di akhir malam.” (HR. Muslim dalam kitab Shalaatul Musaafiriin, bab Shalaatil Laili Matsna Matsna wal Witru Rak’atan min Akhiiril Lail, No. 752)
“Shalat malam itu 2 rakaat salam, 2 rakaat salam. Apabila kalian khawatir masuk subuh, hendaknya dia shalat satu rakaat sebagai witir dari shalat malam yang telah dia kerjakan.” (HR. Bukhari 990 dan Muslim 749)
Untuk yang mengerjakan witir sebanyak tiga rakaat, hal tersebut juga ada dalil yang mendasarinya. Seperti yang terdapat dalam sebuah hadits, dari Abu Ayyub Al Anshori, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Siapa yang suka lakukan witir tiga rakaat, maka lakukanlah.” (HR. Abu Daud no. 1422 dan An Nasai no. 1712. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)
Atau dalam hadits lain, dari ‘Aisyah, ia berkata,
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berwitir tiga raka’at sekaligus, beliau tidak duduk (tasyahud) kecuali pada raka’at terakhir.” (HR. Al Baihaqi 3: 28)

2. Keutamaan Mengerjakan Shalat Witir

masjidku.id
Jika kita melaksanakan shalat witir, maka akan ada banyak keutamaan yang didapatkan. Dalil paling kuat yang menjadikan shalat witir ini keutamaannya besar adalah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah meninggalkannya. Walaupun saat itu Beliau sedang berada di rumah atau sedang dalam perjalanan. Berikut ini dalil tentang petingnya mengerjakan shalat witir.
Dari Abu Bashrah al-Ghifari radhiyallahu anhu, dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
‘Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memberi kalian tambahan shalat, yaitu shalat Witir, maka shalat Witirlah kalian antara waktu shalat ‘Isya’ hingga shalat Shubuh.’” (HR. Ahmad No.6880)
Selain hadits di atas, ada satu hadits yang menyebutkan bahwa Allah telah memberi kita tambahan shalat dan memerintahkan untuk memelihara shalat tersebut. Seperti yang tertulis dalam hadits tersebut, dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash radhiyallahu anhu, dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memberi kalian tambahan shalat, maka peliharalah dia, yaitu shalat Witir.” (HR. Ahmad No. 6654)
“Jadikanlah akhir shalat kalian di malam hari dengan shalat Witir.” (HR. Al-Bukhari dalam kitab al-Witr, bab Liyaj’al Aakhira Shalaatihi Witra, No. 998)
Witir juga merupakan wasiat yang ditinggalkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau meninggalkan tiga perkara, dan tiga perkara itu tidak pernah ditinggalkannya sampai Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat.
Abu Hurairah radhiyallahu anhu berkata, “Kekasihku Shallallahu ‘alaihi wa sallam, mewasiatkan kepadaku tiga perkara yang tidak akan aku tinggalkan hingga aku wafat; berpuasa tiga hari setiap bulan, shalat Dhuha dan tidur setelah shalat Witir.” (HR. Al-Bukhari dalam kitab at-Tahajjud, bab Shalaatudh Dhuha fil Hadhar, No. 1178)
Selain itu, ada juga hadits yang menyebutkan bahwa Allah itu ganjil dan Allah menyukai orang yang menjalankan shalat witir. Dari ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu, ia menuturkan, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Sesungguhnya Allah itu ganjil dan menyukai orang-orang yang melakukan shalat Witir, maka shalat Witirlah, wahai para ahli al-Qur-an.” (HR. Abu Dawud dalam kitab ash-Shalaah bab Istihbaabil Witr, No. 1416)

3. Waktu dan Tata Cara Shalat Witir

sabil-motivasi-islami.blogspot.co.id
Shalat witir ini waktunya adalah setelah isya’ sampai subuh. Seperti yang disebutkan dalam sebuah hadits.
Imam Ahmad meriwayatkan, bahwa Ibnu Mas’ud berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan shalat Witir pada awal malam, pertengahan dan akhir malam.” (HR. Ahmad dalam Musnadnya, dengan sanad hasan, No. 16623)
Dari ‘Aisyah Radhiyallahu anhuma, ia berkata, “Setiap malam, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan shalat Witir, sejak awal malam, pertengahan dan akhir malam, dan shalat Witirnya ini berakhir hingga waktu sahur.” (HR. Al-Bukhari dalam kitab al-Witr, bab Saa’aatil Witr, No. 996)
Walaupun kita dapat mengerjakan witir sepanjang malam dari setelah isya’ sampai subuh, tapi tentu ada waktu utama untuk kita melaksanakannya. Waktu paling utama mengerjakan shalat witir adalah dengan mengakhirkan pelaksanaannya sampai akhir malam.
Hal tersebut diperuntukkan bagi yang yakin bahwa dia akan bangun di akhir malam, seperti yang dituliskan dalam sebuah hadits dari Jabir radhiyallahu anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
‘Barangsiapa yang khawatir tidak bangun pada akhir malam, maka hendaklah dia me-lakukan shalat Witir pada awal malam. Dan barangsiapa yang bersikeras untuk bangun pada akhir malam, maka hendaklah dia melakukan shalat Witir pada akhir malam, karena shalat di akhir malam itu disaksikan (oleh para Malaikat), dan hal itu adalah lebih utama.’” (HR. Muslim dalam kitab Shalaatil Musaafiriin, bab Man Khaafa an Laa Yaquuma min Aakhiril Laili fal Yuutir Awwa-lahu, No. 755)
Sedangkan untuk tata caranya, shalat witir ini dapat dikerjakan satu rakaat, tiga rakaat, atau bahkan lebih. Seperti dalam hadits yang sudah disebutkan sebelumnya, kita bisa melaksanakan shalat witir dengan satu rakaat.
Kamu juga bisa melaksanakan tiga rakaat dengan formasi 2-1, dua rakaat salam dan satu rakaat salam. Atau bisa juga dengan tiga rakaat salam. Seperti yang telah disebutkan dalam hadits dari ‘Aisyah, ia berkata,
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat di dalam kamar ketika saya berada di rumah dan beliau shallallahu ‘alaihi wasallam memisah antara raka’at yang genap dengan yang witir (ganjil) dengan salam yang beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam perdengarkan kepada kami.” (HR. Ahmad 6: 83. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih)
Dari Nafi’, ia berkata mengenai shalat witir dari Ibnu ‘Umar,
“Ibnu ‘Umar biasa mengucapkan salam ketika satu rakaat dan dua rakaat saat witir sampai ia memerintah untuk sebagian hajatnya.” (HR. Bukhari no. 991)
Hadits lain yang menyebutkan bahwa kita boleh melaksanakan witir dengan tiga rakaat sekaligus adalah dari Abu Ayyub Al Anshori, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Siapa yang suka lakukan witir tiga rakaat, maka lakukanlah.” (HR. Abu Daud no. 1422 dan An Nasai no. 1712. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)
Ada hadits lain dari ‘Aisyah, ia berkata,
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berwitir tiga raka’at sekaligus, beliau tidak duduk (tasyahud) kecuali pada raka’at terakhir.” (HR. Al Baihaqi 3: 28)
Jika kamu ingin melakukan witir dengan tiga rakaat sekaligus, janganlah seperti shalat magrib, yaitu dengan duduk tasyahud awal terlebih dahulu. Tetapi lakukanlah tanpa duduk tasyahud awal, jadi kita langsung mengerjakan tiga rakaat sekaligus.
Baca Juga : Hikmah Puasa Sunnah

4. Witir Sebagai Penutup Shalat Malam

bersamadakwah.net
Setelah mempelajari banyak hal tentang shalat witir, tentu kita jadi mengetahui banyak hal tentang shalat sunnah yang sangat dianjurkan ini. Shalat witir merupakan shalat yang dilakukan pada malam hari sebagai penutup.
“Jadikanlah penutup shalat malam kalian adalah shalat witir.”  (HR. Bukhari no. 998 dan Muslim no. 751)

SUMBER: FIKRI FATHONI

HENTIKAN AMALAN INI KERANA RASULULLAH TELAH MELARANGNYA!!


Islam adalah sebuah agama yang lengkap memberi panduan dan adab, yang meliputi semua tatacara kehidupan manusia.  Adab menuntut ilmu, adab terhadap ibubapa, perkahwinan dan begitu juga islam telah menetapkan adab-adab ketika minum.
Anda pernah minum berdiri?  Minum berdiri ini agak biasa dalam masyarakat kita hari ini.
Terdapat hadis yang menunjukkan tegahan minum berdiri ialah hadis yang diriwayat oleh muslim iaitu: Terjemahan: dari anas ra, sesungguhnya nabi Muhammad saw melarang minum berdiri. Hadis ini merupakan hadis yang diriwayatkan oleh muslim didalam kitab minuman, bab tegahan minum berdiri, hadis yang ke 3771
Dari Sudut Sains
Di antara sebab larangan minum berdiri ialah, menurut pakar perubatan Dr Abdul Razzak Al-Kailani “Sesungguhnya makan dan minum dalam keadaan duduk lebih baik dari segi kesihatan, lebih selamat, lebih puas. Dimana makanan dan minuman akan melalui dinding perut dengan perlahan-lahan.
Minum berdiri menyebabkan cecair akan jatuh ke dasar perut dengan laju dan akan melanggar lapisan perut. Kalau perkara ini sering berlaku dan dalam jangka masa panjang akan menyebabkan perut menjadi longgar dan jatuh sehingga menyebabkan minuman susah untuk dihadam. Begitu juga dengan makanan.
Menurut pandangan Dr Ibrahim Ar-Rawi, apabila seseorang itu berdiri ototnya menjadi tegang dan pada masa yang sama sistem imbangan pada sistem saraf pusat (central nervous system) dalam keadaan terlampau aktif mengawal semua otot, untuk melakukan proses pengimbangan dan berdiri tegak.
Ia adalah proses gabungan diantara sistem saraf dan sistem otot dalam satu masa yang menyebabkan manusia tidak mampu mengawal kedua-duanya untuk rehat. Keadaan otot yang rehat adalah syarat yang terpenting ketika makan dan minum dan keadaan ini hanya wujud ketika seseorang itu duduk.
Apabila duduk maka sistem saraf dan sistem otot dalam keadaan tenang akan menjadi aktif serta sistem penghadaman akan bertambah kemampuan (ability) untuk menerima makanan dan minuman. Ini akan menyerap (assimilation) makanan dengan cara yang betul.
Namun demikian diharuskan minum berdiri ditempat yang tidak sesuai untuk duduk seperti tempat yang terlampau sesak.
air zam – zam
Menurut kajian pakar, air zam-zam mengandungi fluorida yang memiliki daya efektif membunuh kuman serta ia mengandungi kalsium dan garam magnesium yang tinggi berbanding air biasa, dari segi saintifik air zam-zam bersifat alkali, jadi air zam-zam boleh meneutralkan asid hidroklorik yang terhasil di dalam perut dan mengurangkan pedih ulu hati.
Selain itu, air zam-zam juga mengandungi iodin, sulfat dan nitrat. Kandungan makronutrien yang tinggi khususnya magnesium, sodium dan potassium menyebabkan air zam-zam bersifat nutritif berbanding sumber lain, inilah yang membuatkan air zam-zam dapat menyegarkan para jemaah haji yang meminumnya dan memberi ketahanan antibodi kepada orang yang meminumnya.
Sesungguhnya orang yang beriman itu ialah orang yang apabila disebutkan Allah akan gementar hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya (ayat-ayat Allah) akan bertambahlah iman mereka, dan kepada Rab (Tuhan) mereka bertawakal. ( Surah an-Anfal : Ayat 2 )

SUMBER:ZHARIF ALIMIN

8 AMALAN RASULULLAH UNTUK HIDUP SIHAT, MENTAL DAN FIZIKAL!


anda terdengar bahawa Rasulullah pernah ditimpa sakit yang teruk?
Sebenarnya Rasulullah banyak mencontohkan kepada kita bagaimana baginda menjalani hidup untuk kekal sihat.
Benarlah, menghidupkan sunnah nabi akan memberi banyak kelebihan dan memperbaiki kerosakan. Malah diberi pahala.
Berbalik kepada tajuk asal, bagaimana cara Rasulullah menjaga kesihatan?
Ini adalah cara Rasulullah menjaga kesihatan diri agar tetap sihat.

1# SELALU BANGUN SEBELUM SUBUH

Rasulullah mengajak umatnya untuk bangun sebelum Subuh bagi melaksanakan solat sunat, solat fardhu dan solat Subuh secara berjemaah.
Hal ini memberi hikmah yang mendalam antaranya mendapat limpahan pahala, kesegaran udara subuh yang baik terutama untuk merawat penyakit tibi serta memperkuatkan akal fikiran.

2# CARA RASULULLAH MENJAGA KESIHATAN ADALAH DENGAN AKTIF MENJAGA KEBERSIHAN

Rasulullah sentiasa bersih dan rapi.
Setiap Khamis atau Jumaat, Baginda mencuci rambut halus di pipi, memotong kuku, bersikat serta memakai minyak wangi.
“Mandi pada hari Jumaat adalah sangat dituntut bagi setiap orang dewasa. Demikian pula menggosok gigi dan pemakai harum-haruman.” (HR. Muslim)

3# RASULULLAH TIDAK PERNAH MAKAN BERLEBIHAN

Sabda Rasulullah yang bermaksud: “Kami adalah satu kaum yang tidak makan sebelum lapar dan apabila kami makan tidak terlalu banyak (tidak sampai kekenyangan).” (Muttafaq Alaih)
Dalam tubuh manusia ada tiga ruang untuk tiga benda: Sepertiga untuk udara, sepertiga untuk air dan sepertiga lainnya untuk makanan.
Bahkan ada satu pendidikan khusus bagi umat Islam iaitu dengan berpuasa pada Ramadan bagi menyeimbangkan kesihatan selain Nabi selalu berpuasa sunat.

4# RASULULLAH MENJAGA KESIHATAN DIRI DENGAN GEMAR BERJALAN KAKI

Rasulullah berjalan kaki ke masjid, pasar, medan jihad dan mengunjungi rumah sahabat.
Apabila berjalan kaki, peluh pasti mengalir, roma terbuka dan peredaran darah berjalan lancar.
Ini penting untuk mencegah penyakit jantung.
Berbanding kita sekarang yang lebih selesa menaiki kenderaan. Kalau mahu meletakkan kenderaan, mesti letak betul-betul di hadapan tempat yang hendak kita pergi.

5# RASULULLAH TIDAK PEMARAH

Nasihat Rasulullah ‘jangan marah’ diulangi sampai tiga kali.
Ini menunjukkan hakikat kesihatan dan kekuatan Muslim bukanlah terletak pada jasad, tetapi lebih kepada kebersihan jiwa.
Ada terapi yang tepat untuk menahan perasaan marah iaitu dengan mengubah posisi ketika marah, bila berdiri maka hendaklah kita duduk dan apabila sedang duduk, maka perlu berbaring.
Kemudian membaca Ta’awwudz kerana marah itu daripada syaitan, segera mengambil wudhu’ dan solat dua rakaat bagi mendapat ketenangan serta menghilang kan gundah di hati.

6# SENTIASA OPTIMIS DAN TIDAK PUTUS ASA

Sikap optimis memberikan kesan emosional yang mendalam bagi kelapangan jiwa selain perlu banyakkan sabar, istiqamah, bekerja keras serta tawakkal kepada Allah s.w.t.

7# TIDAK PERNAH IRI HATI

Bagi menjaga kestabilan hati dan kesihatan jiwa, semestinya kita perlu menjauhi daripada sifat iri hati. “Ya Allah, bersihkanlah hatiku dari sifat-sifat mazmumah dan hiasilah diriku dengan sifat-sifat mahmudah.”

8# JADILAH PEMAAF

Pemaaf adalah sifat yang sangat dituntut bagi mendapatkan ketenteraman hati dan jiwa.
Memaafkan orang lain membebaskan diri kita daripada dibelenggu rasa kemarahan.
Sekiranya kita marah, maka marah itu melekat pada hati. Justeru, jadilah seorang yang pemaaf kerana yang pasti badan sihat.
Penutup
BAHAGIA sebenarnya bukan MENDAPAT tetapi dengan MEMBERI.
Sebenarnya, banyak lagi cara hidup sihat Rasulullah.
Semoga hati kita semakin dekat dengan Nabi yang amat kita rindukan pertemuan dengannya.
mari ikut cara nabi.. :) 
SUMBER: AKUISLAM